Dwi Okta Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Suka jalan-jalan dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan sekarang menjadi pengurus di hargatiket.net.

Taman Bungkul

11 min read

Taman Bungkul

Taman Bungkul merupakan tempat wisata di kota Bandung yang berupa taman kota.

Taman ini juga sering disebut sebagai paru-paru kota Surabaya. Sebab lokasinya yang berada di tengah hiruk pikuk kota yang terlihat hijau nan asri.

Nama dari taman ini diambil dari salah seorang tokoh dari agama Islam yang bernama mbah Bungkul. Bungkul sendiri adalah julukan atau panggilan, sedangkan nama asli beliau adalah ki Sopo. Selengkapnya mengenai Taman Bungkul simak pembahasan di bawah ini.

Sejarah

1. Sejarah singkat

sejarah taman bungkul

Taman bungkul ini sendiri dibangaun di atas lahan seluas 900 m2. Lokasinya ada di pusat Kota Surabaya.

Pada mulanya, nama taman ini diambil dari nama desa yang bernama Bungkul. Desa Bungkul adalah area kawasan yang terkenal sebab mempunyai tokoh spiritual yang bernama Ki Ageng Supo.

Ki Ageng Supo yang dipercaya sebagai keturunan dari Ki Gede atau Ki Ageng yang berasal dari Kerajaan Majapahit selama hidup di masa Sunan Ampel sekitar pada tahun 1400 hingga 1481.

Kehadiran Ki Ageng Supo ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar kepada perkembangan agama Islam yang ada di Jawa Timur. Terutama di kawasan kota Surabaya dan sekitarnya.

Itulah mengapa Ki Ageng Supo kemudian diberikan gelar Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul sebagai salah satu penghargaan kepadanya yang memiliki peran pentin gdi kota Surabaya.

Sampai sekarang, makam dari Ki Ageng Supo masih berada di belakang Taman Bungkul, tepatnya ada di Jalan Darmo.

Lokasi makan tersebut tak menimbulkan kesan mistis namun justru menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai spot wisata religi.

Bahkan tak sedikit para pengunjung yang datang untuk menyempatkan diri berziarah ke makam Ki Ageng Supo sebagai wujud penghormatan.

2. Perkembangan 

taman bungkul surabaya

Taman Bungkul telah melewati banyak sekali tahapan revitalisasi besar-besaran selama dalam kuruan waktu dua tahun sebelum taman ini diresmikan pada tanggal 21 Maret 2007.

Dana dari revitalisasi konon mencapai 1,3 miliar rupiah yang didapatkan dari bujet Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom.

Pada waktu itu, proses dari peresmian Taman Bungkul dilakukan lewat proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Taman Bungkul yang dilakukan oleh Direktur SDM Telkom terhadap Wali Kota Surabaya yang sedang menjabat kala itu yakni Bambang D.H.

Acara peresmian itu pun juga diisi dengan sesi penandatanganan prasasti Taman Bungkul. Dan juga penanaman pohon sawo kecik yang dijadikan sebagai simbol pohon langka.

Kemudian di tahun 2014, Taman Bungkul kembali melewati proses revitalisasi sebab adanya insiden pembagian es krim gratis.

Pada acara pembagian es krim itu, banyak ribuan orang yang datang ke taman, serta mereka menginjak 35 spesies tanaman. Sehingga tanaman itupun rusak dan mati.

Insiden itu pun sontak membuat Wali Kota Surabaya, yang bernama Tri Rismaharini, marah besar serta langsung mengerahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera memperbaiki Taman Bungkul.

Proses dari revitalisasi Taman Bungkul terjadi di tahun 2014 yang dilakukan dengan penanaman kembali spesies tanaman yang mati dan juga menambah spesies tanaman baru.

Di samping hal tersebut, proses dari revitalisasi juga diikuti dengan penambahan lubang biopori (resapan air) yang ditaruh di sepanjang taman sisi Jalan Darmo.

Penghargaan

The Asian 2013 Townscape Sector Award

Ketenaran dari Taman Bungkul sudah diakui di dalam taraf internasional lewat berbagai perolehan penghargaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berupa The Asian 2013 Townscape Sector Award.

Pemberian dari award itu juga didukung dengan empat organisasi dunia, antara lain:

  • UN Habitat Regional Office for The Asia and The Pacific
  • Asia Habitat Society
  • Asia Townscape Design Society
  • Fukuoka Asia Urban Research Center

Pemberian penghargaan itu langsung diterima oleh Wali Kota Surabaya, yaitu Tri Rismaharini di Fukuoka Jepang pada tanggal 26 November 2013.

Pada waktu itu, Tri Rismaharini menyatakan sangat bangga bisa menerima penghargaan atas nama warga kota. Sehingga hal itu pun memacu dirinya serta semua staf dari pemerintah Kota Surabaya untuk terus memberikan layanan lebih baik lagi.

Objek Wisata

1. Berziarah sambil berwisata

makam Ki Ageng Bungkul

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di taman ini juga terdapat makam dari salah satu tokoh penting Surabaya.

Sehingga, selain kalian berwisata, kalian juga dapat sembari berziarah disana. Kalian dapat memanjatkan doa kepada Sang Maha Pencipta di Komplek Makam Sunan Bungkul sembari mendoakan Beliau yang sudah banyak berjasa untuk Agama dan Bangsa.

Sunan Bungkul atau ada juga yang menyebutnya sebagai Mbah Bungkul letak makamnya ada di sisi belakang taman.

Sunan Bungkul sendiri adalah panggilan dari Ki Supo atau Ki Ageng Bungkul yang merupakan ulama besar sejak pada zaman Kerajaan Majapahit yang telah hidup di abad XV.

Mbah Bungkul memiliki saudara ipar bernama Raden Rahmat atau yang kita kenal sebagai Sunan Ampel.

Semasa hidupnya, beliau sempat membuat suatu sayembara, yakni jika ada seseorang yang berhasil memetik sebuah buah delima dari pohon yang terdapat di pekarangan rumahnya, maka ia akan dinikahkan dengan putrinya bernama Dewi Wardah yang cantik jelita.

Pohon delima itu ternyata bukanlah pohon sembarangan. Sebab, siapa saja yang hendak memetik buahnya akan meninggal.

Tetapi hal tersebut tidak berlaku kepada Raden Paku atau yang lebih kita kenal sebagai Sunan Giri.

Secara tak sengaja, pada waktu beliau lewat di bawah pohon delima yang dikenal terkutuk tersebut. Secara tiba – tiba saja terdapat buah delima yang jatuh serta menimpa kepalanya.

Lalu Raden Paku langsung melaporkannya kepada Ki Ageng Bungkul dan juga gurunya.

Selepas kejadian itupun, Raden Paku lalu dinikahkan dengan Dewi Wardah.

2. Taman bermain anak

sim keliling taman bungkul

Di setiap harinya, terutama di hari Sabtu dan Minggu, ada banyak sekali anak-anak yang datang ditemani dengan orang tuanya untuk bermain di Taman Bungkul.

Di taman ini, kalian akan menjumpai cukup banyak anak-anak yang tengah asik bermain di tengah air mancur atau spot lainnya

Di taman ini juga, terutama di waktu akhir pekan juga sering diadakan panggung musik serta beragam acara menarik lainnya.

Tak hanya itu saja, disana juga telah tersedia fasilitas pendukung seperti amfiteater dengan diameter ukuran 33 meter.

Tak hanya itu saja, taman ini juga telah dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang lainnya.

3. Sentra PKL 

hotel dekat taman bungkul

Di Taman Bungkul juga telah tersedia sentra PKL yang banyak menawarkan beragam menu kuliner khas dari kota Surabaya.

Kuliner tersebut antara lain seperti:

  • Rujak cingur
  • Lontong mie
  • Lontong balap Wonokromo
  • Semanggi Suroboyo
  • Serta beragam menu kuliner lain yang menjadi favorit untuk para pengunjung.

Berbagai warung makan maupun food court yang ada di Taman Bungkul ini juga telah terorganisir dengan rapi.

4. WiFI gratis

wifi gratis

Taman Bungkul juga memiliki fasilitas yang pendukung, khususnya untuk para kaum pelajar, mahasiswa maupun pekerja kantoran dan juga lainnya yang hendak bersantai.

Karena taman ini telah tersedia WiFi gratis yang dapat kalin gunakan dengan bebas.

5. Air minum gratis

air minum gratis

Hal unik lain yang dapat kalian temukan di taman ini adalah kalian bisa menjumpai wastafel dengan airnya yang bisa langsung kalian minum.

Untuk kalian yang merasa haus serta kehabisan air minum, maka dapat kembali mengisi botol minumannya di area instalasi air siap minum.

Penginapan

Berikut ini adalah beberapa penginapan atau hotel dekat Taman Bungkul yang dapat kalian singgahi, antara lain:

  • TS Suites Surabaya
  • Grand Darmo Suite Hotel
  • Mercure Grand Mirama Hotel
  • Hotel Fortuna
  • Novotel Surabaya Suites & Hotel
  • Quest Hotel
  • Oval Hotel

Fasilitas

  • Warung makan dan minum
  • Food court
  • Amphitheater
  • Air minum gratis
  • WiFi gratis
  • Skateboard track
  • Sepeda BMX track
  • Jogging track
  • Area bermain anak
  • Kursi
  • Tempat sampah
  • Penginapan
  • Sistem keamanan canggih 24 jam
  • Car free day
  • Plaza
  • Pujasera

Lokasi

Taman Bungkul berada di alamat: Jl. Taman Bungkul, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60241.

Rute

Berikut ini adalah beberapa rute yang dapat kalian gunakan untuk mencapai lokasi taman, antara lain:

1. Kendaraan Pribadi

Jakarta

Jakarta – Tol Jakarta-Cikampek – Tol Cikopo-Palimanan – Tol Palimanan-Kanci – Tol Kanci-Pejagan – Tol Pejagan-Pemalang – Exit Brebes Timur – Margadana – Tegal – Pemalang – Comal – Pekalongan -Batang -Alas Roban -Weleri -Kendal -Kaliwungu -Krapyak -Tol Jatingaleh-Krapyak -Tol Jatingaleh-Tanjung Mas -Terboyo -Demak -Kudus > Pati – Juwana – Rembang – Tuban – Babat – Lamongan – Gresik –  Tol Surabaya-Gresik – Tol Surabaya-Gempol -Exit Gunung Sari – Jl. Gunung Sari – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo -Taman Bungkul.

Gresik

Gresik – Tol Surabaya-Gresik – Tol Surabaya-Gempol – Exit Gunung Sari – Jl. Gunung Sari – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo – Taman Bungkul.

Malang

Malang – Singosari – Lawang – Purworejo – Pandaan – Tol Gempol-Pandaan – Gempol – Tol Surabaya-Gempol – Exit Gunung Sari – Jl. Gunung Sari – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo – Taman Bungkul.

Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu – Jl. Kedung Cowek – Jl. Putro Agung Wetan – Jl. Bronggalan – Jl. Tambang Boyo – Jl. Dharmawangsa – Jl. Pucang Anom Timur – Jl. Raya Ngagel Jaya – Jl. Ngagel Jaya Selatan – Jl. Bung Tomo – Jl. Darmokali – Jl. Progo – Taman Bungkul.

Sidoarjo

Sidoarjo – Tol Surabaya-Gempol – Exit Gunung Sari – Jl. Gunung Sari – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo – Taman Bungkul.

Semarang

Semarang – Tol Jatingaleh-Tanjung Mas – Terboyo – Demak – Kudus – Pati – Juwana – Rembang – Tuban – Babat – Lamongan – Gresik – Tol Surabaya-Gresik – Tol Surabaya-Gempol – Exit Gunung Sari – Jl. Gunung Sari – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo –  Taman Bungkul.

Wonokromo

Wonokromo – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo – Taman Bungkul.

Waru

Waru – Jl. Jend. Ahmad Yani – Jl. Raya Wonokromo – Jl. Raya Darmo – Putar Balik – Jl. Raya Darmo – Taman Bungkul.

2. Kendaraan Umum

Surabaya – Bandara Juanda

  • Bandara Juanda kalian naik Damri arah Bandara-Bungurasih kemudian turun di Terminal Purabaya Bungurasih
  • Kemudian di terminal kalian naik salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun dan turun langsung di Taman Bungkul.

Surabaya – Stasiun Gubeng

  • Keluar dari pintu Stasiun Lama – jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok – Naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo -Taman Bungkul.

Surabaya – Pelabuhan Tanjung Perak

  • Dari arah Pelabuhan Tanjung Perak kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 jurusan Perak-Darmo-Bungurasih kemudian turun di depan Taman Bungkul.

Surabaya – Stasiun Pasar Turi

  • Dari arah Stasiun Pasar Turi kalian dapat mengugnakan angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo -lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (setelah RS William Booth). Lalu jalan kaki sejauh 200 meter ke Jalan Progo – Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Surabaya – Terminal Purabaya Bungurasih

  • Dari arah Terminal Bungurasih kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1/P2/PAC2 lalu turun di seberang Taman Bungkul.

Surabaya – Terminal Joyoboyo

  • Dari arah Terminal Joyoboyo kalian dapat menggunakan salah satu angkot bemo Lyn JK / V lalu turun di seberang Taman Bungkul.

Surabaya –Terminal Tambak Osowilangun

  • Dari arah Terminal Osowilangun kalian dapat menggunakan bis kota P2/PAC2 arah Tambak Osowilangun-Darmo-Bungurasih lalu turun depan Taman Bungkul.

Denpasar/Bali – Bandara Ngurah Rai

  • Dari arah Bandara Ngurah Rai kalian naik pesawat dengan tujuan Denpasar-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda.
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Bangkalan

  • Dari arah Bangkalan kalian naik angkot menuju Pelabuhan Kamal
  • Kemudian naik Ferry Kamal-Ujung lalu turun di Dermaga Ujung Pelabuhan Tanjung Perak
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan bis kota P1/PAC1 arah Perak-Darmo-Bungurasih lalu turun depan Taman Bungkul

Gresik

  • Dari arah Gresik kalian dapat menggunakan angkot lyn SG Gresik-Jembatan Merah lalu turun di Terminal Tambak Osowilangun
  • Dari arah Terminal Osowilangun kalian dapat menggunakan bis kota P2/PAC2 arah Tambak Osowilangun-Darmo-Bungurasih lalu turun depan Taman Bungkul.

Denpasar/ Bali – Terminal Mengwi

  • Dari arah Terminal Mengwi kalian dapat menggunakan bis Denpasar-Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul

Jakarta – Bandara Halim Perdanakusumah

  • Dari arah Bandara Halim Perdana Kusumah kalian gunakan Pesawat denga rute Jakarta Halim Perdana Kusumah-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul

Jakarta – Stasiun Gambir

  • Dari arah Stasiun Gambir kaliand apat gunakan Kereta rute Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi (Argo Bromo Anggrek / Sembrani) lalu turun di Stasiun Pasar Turi
  • Lalu lanjutkan dengan naik angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (sesudah RS William Booth), disana kalian dapat jalan kaki sejauh 200 meter untuk masuk ke Jalan Progo serta menyebrang Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Jakarta – Bandara Sukarno Hatta

  • Dari Bandara arah Sukarno-Hatta kalian gunakan Pesawat rute Jakarta Sukarno Hatta-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda.
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Jakarta – Terminal Pulo Gebang

  • Dari arah Terminal Pulo Gebang kalian gunakan bis jurusan Jakarta-Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Jakarta – Stasiun Pasar Senen

  • Dari arah Stasiun Pasar Senen kalian dapat menggunakan Kereta rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi (Gumarang / Jayabaya / Kertajaya) lalu turun di Stasiun Pasar Turi.
  • Lalu lanjutkan dengan naik angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (sesudah RS William Booth), disana kalian dapat jalan kaki sejauh 200 meter untuk masuk ke Jalan Progo serta menyebrang Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Lamongan – Terminal Lamongan

  • Dari arah Terminal Lamongan kalian dapat menggunakan bis jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Lamongan – Stasiun Lamongan

  • Dari arah Stasiun Lamongan kalian dapat menggunakan Kereta rute Lamongan-Pasar Turi (KRD Bojonegoro-Sidoarjo) lalu turun di Stasiun Pasar Turi
  • Lalu lanjutkan dengan naik angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (sesudah RS William Booth), disana kalian dapat jalan kaki sejauh 200 meter untuk masuk ke Jalan Progo serta menyebrang Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Malang – Stasiun Malang

  • Dari arah Stasiun Malang kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Malang-Surabaya Gubeng (Bima/ Jayabaya/ Mutiara Selatan/ Penataran/ Tumapel) lalu turun di Stasiun Gubeng
  • Keluar dari pintu Stasiun Lama- jalan ke Jl. Gubeng Pojok – naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo – lalu turun depan Taman Bungkul.

Mojokerto – Stasiun Mojokerto

  • Dari n arah Stasiun Mojokerto kalian dapat menggunakan Kereta dengarute Mojokerto-Surabaya Gubeng (KRD Kertosono/ Rapih Dhoho) lalu turun di Stasiun Gubeng.
  • Keluar dari pintu Stasiun Lama- jalan ke Jl. Gubeng Pojok – naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo – lalu turun depan Taman Bungkul.

Malang – Terminal Arjosari

  • Dari arah Terminal Arjosari kalian dapat menggunkan bis Malang-Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Pasuruan – Stasiun Pasuruan

  • Dari arah Stasiun Pasuruan kalian dapat gunakan Kereta dengan rute Pasuruan-Surabaya Gubeng (Logawa/ Probowangi/ Sri Tanjung) lalu turun di Stasiun Gubeng.
  • Keluar dari pintu Stasiun Lama- jalan ke Jl. Gubeng Pojok – naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo – lalu turun depan Taman Bungkul.

Mojokerto – Terminal Mojokerto

  • Dari arah Terminal Mojokerto kalian dapat menggunakan bis jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Semarang – Bandara Ahmad Yani

  • Dari arah Bandara Ahmad Yani kalian gunakan Pesawat dengan rute Semarang-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda.
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul

Pasuruan – Terminal Pasuruan

  • Dari arah Terminal Pasuruan kalian dapat menggunakan bis jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Semarang – Stasiun Tawang

  • Dari arah Stasiun Tawang kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Semarang Tawang- Pasar Turi (Ambarawa Ekspres/ Argo Bromo Anggrek/ Gumarang/ Harina/ Sembrani) lalu turun di Stasiun Pasar Turi.
  • Lalu lanjutkan dengan naik angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (sesudah RS William Booth), disana kalian dapat jalan kaki sejauh 200 meter untuk masuk ke Jalan Progo serta menyebrang Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Semarang – Stasiun Poncol

  • Dari arah Stasiun Poncol kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Semarang Poncol-Surabaya Pasar Turi (Ambarawa Ekspres/ Kertajaya/ Maharani) lalu turun di Stasiun Pasar Turi.
  • Lalu lanjutkan dengan naik angkot bemo Lyn D Sidorame-Pasar Turi-Joyoboyo lalu turun di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Progo (sesudah RS William Booth), disana kalian dapat jalan kaki sejauh 200 meter untuk masuk ke Jalan Progo serta menyebrang Jalan Darmo – Taman Bungkul.

Semarang – Terminal Terboyo

  • Dari arah Terminal Terboyo kalian dapat menggunakan bis jurusan Semarang-Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Solo – Stasiun Balapan

  • Dari arah Stasiun Balapan kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Solo Balapan-Surabaya Gubeng (Argo Wilis/ Bima/ Mutiara Selatan/ Sancaka/ Turangga) lalu turun di Stasiun Gubeng.
  • Keluar dari pintu Stasiun Lama – jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok – Naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo -Taman Bungkul.

Solo – Bandara Adisumarno

  • Dari arah Bandara Adisumarmo kalian dapat menggunakan Pesawat dengan rute Solo-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul

Solo – Stasiun Purwosari

  • Dari arah Stasiun Purwosari kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Solo Purwosari-Surabaya Gubeng (Gaya Baru Malam/ Logawa/ Pasundan/ Sri Tanjung) lalu turun di Stasiun Gubeng
  • Keluar pintu Stasiun Lama, kemudian jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok, disana naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo turun depan Taman Bungkul

Sidoarjo – Stasiun Sidoarjo

  • Dari Stasiun Sidoarjo naik Kereta rute Sidoarjo-Surabaya Gubeng (Komuter Porong / Penataran) turun di Stasiun Gubeng
  • Keluar dari pintu Stasiun Lama – jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok – Naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo -Taman Bungkul.

Solo – Terminal Tirtonadi

  • Dari arah Terminal Tirtonadi kalian dapat menggunakan bis dengan jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Sidoarjo – Terminal Sidoarjo

  • Dari arah Sidoarjo kalian dapat menggunakan angkot Lyn JSP Porong-Joyoboyo lalu turun di Terminal Joyoboyo.
  • Disana kalian lanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot lyn V Joyoboyo-Tambakrejo lalu turun di seberang Taman Bungkul.

Yogyakarta – Stasiun Lempuyangan

  • Dari arah Stasiun Lempuyangan kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Yogya Lempuyangan-Surabaya Gubeng (Gaya Baru Malam/ Logawa/ Pasundan/ Sri Tanjung) lalu turun di Stasiun Gubeng
  • Keluar pintu Stasiun Lama, kemudian jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok, disana naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo turun depan Taman Bungkul.

Yogyakarta – Bandara Adisucipto

  • Dari arah Bandara Adisucipto kalian dapat menggunakan Pesawat dengan rute Yogyakarta-Surabaya lalu turun di Bandara Juanda
  • Bandara udara kemudian naik bis Damri jurusan Bandara-Bungurasih kemudian turun Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Yogyakarta – Terminal Giwangan

  • Dari arah Terminal Giwangan kalian dapat menggunakan bis dengan jurusan Surabaya lalu turun di Terminal Purabaya Bungurasih.
  • Disana kalian dapat menggunakan salah satu bis kota P1/PAC1 Bungurasih-Darmo-Perak / P2/PAC2  Bungurasih-Darmo-Tambak Osowilangun kemudian turun di seberang Taman Bungkul.

Yogyakarta – Stasiun Tugu

  • Dari arah Stasiun Tugu kalian dapat menggunakan Kereta dengan rute Yogya Tugu-Surabaya Gubeng (Argo Wilis/ Bima/ Mutiara Selatan/ Sancaka/ Turangga) lalu turun di Stasiun Gubeng.
  • Keluar pintu Stasiun Lama, kemudian jalan kaki ke Jl. Gubeng Pojok, disana naik angkot lyn V Tambakrejo-Joyoboyo turun depan Taman Bungkul.

Jam Operasional

Taman Bungkul buka setiap harinya (Senin – Minggu), mulai dari pukul 06.00 – 24.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Untuk kalian yang hendak berkunjung ke taman ini, maka kalian tidak akan dikenakan biaya masuk alias gratis.

Happy Holiday!

Dwi Okta Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Suka jalan-jalan dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan sekarang menjadi pengurus di hargatiket.net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *