Dwi Okta Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Suka jalan-jalan dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan sekarang menjadi pengurus di hargatiket.net.

Harga Tiket Masuk Puri Maerokoco Semarang

1 min read

harga tiket masuk puri maerokoco semarang

Konsep dari objek wisata Puri Maerokoco Semarang adalah menyerupai Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Untuk anda warga Jawa Tengah yang belum pernah berkunjung ke TMII maka tempat ini harus dikunjungi terlebih dahulu tidak usah jauh – jauh sampai Ibukota Jakarta. Anda tak perlu khawatir karena harga tiket Puri Maerokoco tidak semahal harga tiket TMII.

Rasa cinta tanah air akan tercipta setelah anda berkunjung ke tempat ini. Dengan melihat berbagai macam replika seperti halnya di TMII. Selain terciptanya rasa cinta tanah air kita juga dapat menambah wawasan tentang Indonesia, rasa nasionalisme dan patriotisme pun akan bertambah.

tiket masuk maerokoco mangrove

Puri Maerokoco Semarang diresmikan tahun 1980 oleh Gubernur Ismail yang merupakan bagian dari Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah. Dan pada tanggal 12 Mei 2017 berganti nama menjadi Grand Maerakaca. Pemilihan nama Grand semata – mata untuk memberikan kesan elegant dan berkelas suatu tempat wisata.

Dibangun diatas tanah seluas 23,84 hektar dan terdiri dari 35 anjungan dari semua kabupaten yang ada di provinsi Jawa Tengah.

 

Wahana

1. 35 Miniatur Rumah Adat

tiket masuk puri maerokoco semarang 2019

Ada 35 anjungan dari semua kabupaten di Propinsi Jawa Tengah. Diantaranya Anjungan Kabupaten Semarang, Anjungan Kabupaten Surakarta, Anjungan Kabupaten Salatiga, Anjungan Kabupaten Temanggung, Anjungan Kabupaten Wonosobo, Anjungan Kabupaten Brebes, Anjungan Kabupaten Jepara, dan masih banyak lagi.

2. Kolam Renang

puri maerokoco kota semarang jawa tengah

Seperti kolam renang pada umumnya. Kolam renang ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menyenangkan dan patut dicoba.

3. Museum IPTEK

Museum yang berguna untuk menambah ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkmbng hingga saat ini. Banyak juga pelajar yang yang melakukan study tour ke Puri Maerokoco Semarang.

4. Istana Anak Indonesia

Seperti halnya di TMII, anak diperkenalkan sedini mungkin tentang kebudayaan khas Jawa Tengah, membuat kerajinan dan melihat kesenian – kesenian Jawa Tengah.

5. Hutan Mangrove

Hutan didalam tempat wisata menjadi wahana yang menjadi daya tarik tersendiri. Keindahan alam yang dapat dinikmati dengan berjalan kaki.

6. Gedung Opera

Gedung tempat menonton sebuah opera. Pengalaman baru yang dapat dirasakan.

7. Pasar Apung

tiket masuk maerokoco 2019

Anda dapat membeli oleh – oleh untuk sanak saudara di pasar ini. Pasar yang melakukan aktifitas jual beli diatas air menggunakan perahu.

8. Kid’s Park

Wahana ini dikhususkan untuk anak – anak yang didalamnya ada beberapa permainan anak seperti perosotan, ayunan, jungkat – jungkit, dan lainnya.

9. Kereta Gantung

Puri Maerokoco akan lebih indah bila dilihat dari ketinggian. Anda dapat melihat perbedaan dari anjungan – anjungan yang ada dari atas serta melihat keunikan serta keindahannya.

10. Outbond

Terdiri dari Flaying Fox dan Paint Ball.

 

 

Fasilitas

  • Masjid
  • Kamar Mandi
  • Kolam Pancing
  • Gerai Kuliner

 

 

Lokasi

Jalan Yos Sudarso, Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144.

 

Jam Operasional

Jam Operasional Puri Maerokoco Semarang
HariJam Operasional
Senin – Jumat08.00 – 18.00 WIB
Sabtu08.00 – 22.00 WIB
Minggu08.00 – 18.00 WIB

Note :

Hanya malam minggu yang dibuka sampai pukul 22.00 WIB

 

Harga Tiket Masuk Puri Maerokoco Semarang

Harga Tiket Masuk Puri Maerokoco Semarang
TiketHarga
Tiket MasukRp10.000

Note :

  1. Harga diatas hanya harga untuk memasuki kawasan Puri Maerokoco.
  2. Untuk menaiki semua wahana yang ada anda diharuskan membayar lagi.
  3. Anda juga akan dikenakan biaya parkir.

 

Tips Wisata

  1. Selalu berhati – hati jika berada di tempat wisata.
  2. Membawa budget lebih.

 

Berakhir sudah ulasan tentang Puri Maerokoco ini. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih 🙂

Dwi Okta Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Suka jalan-jalan dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan sekarang menjadi pengurus di hargatiket.net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *