Coban Putri: Daya Tarik & Tiket Masuk 2022

Harga TiketRp10.000
Jam Buka09.00 - 17.00 WIB
No Telepon-
AlamatOro-Oro Ombo, Batu, Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65316

Air Terjun Coban Putri merupakan salah satu tempat wisata yang dapat kalian kunjungi pada waktu sedang berlibur di kota Malang.

Destinasi wisata yang satu ini mempunyai dua air terjun yang sekarang mulai dikenal sebab memiliki panorama keindahan alam yang memukau lengkap dengan adanya beberapa wahana lain yang tersedia disana.

Legenda

legenda coban putri
instagram: @lawang_hitz

Air terjun yang satu ini memiliki ketinggian total 35 meter serta lebar sekitar 3 meter. Dengan ketinggian tersebut, kalian dapat merasakan sensasi cipratan air terjunnya dari dekat.

Penamaan dari Coban Putri sendiri berasal dari sebuah kisah sejarah yang berkembang pada penduduk setempat.

Menurut penuturan dari Suwandi yang menjadi ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tlekung, nama dari tempat wisata satu ini dipilih sebab di zaman Kerajaan Singosari, air terjun itu kerap kali dijadikan tempat singgah oleh Putri Ken Dedes yang merupakan permaisuri dari Ken Arok raja Singosari.

”Konon kisahnya Ken Dedes tak hanya sering mandi di dalam pemandian Songgoriti, namun kerap juga di coban ini, sehingga disebut sebagai Coban Putri,” menurut keterangan Suwandi.

Tak hanya dari kisah sejarah tersebut, kalian juga dapat menikmati keindahan dari coban ini lengkap dengan suara kicauan burung yang terdengar berirama.

Untuk mencapai lokasi wisata ini trekkingnya juga tak begitu sulit. Kalian dapat masuk dari arah Jalur Lingkar Barat (Jalibar) dari Desa Tlekung.

Lokasinya sekitar 500 meter dari arah Jalibar yang bisa kalian capai dengan memakai sepeda motor.

Objek Wisata

Berikut ini adalah beberapa objek wisata yang dapat kalian temukan di Coban Putri, antara lain:

1. Bertingkat

coban putri malang
instagram: @malangterkini

Air terjun satu ini memang tak setinggi Coban Rondo yang sudah terkenal sebelumnya, namun pada curug satu ini memiliki alirannya yang lebih deras.

Bahkan ketika kalian baru sampai akan langsung disambut dengan butiran – butiran air yang terbawa angin serta akan menyapu wajah kalian.

Air terjun ini pun telah diberi pelengkap sebuah bendungan sederhana yang berada di dekat aliran air untuk membentuk arus yang terlihat bertingkat.

Keunikan itulah yang membuat coban satu ini sedikit berbeda dengan coban yang lainnya.

Coban Putri sendiri sebetulnya telah mempunyai dua air terjun yang masing – masingnya mempunyai ketinggian berbeda yakni 15 serta 20 meter.

Walaupun tak begitu tinggi, kedua aliran air terjunnya sangat deras. Bahkan kolam atau danau yang ada disana juga mempunyai air yang sangat jernih.

Baca: Coban Talun

2. Ayunan & Jembatan

coban putri batu
instagram: @elbellajeane10

Selain menawarkan keindahan curugnya yang tiada tara, disana juga telah disediakan dua buah ayunan yang saling berdampingan.

Pada bagian tiangnya juga telah dihiasi dengan bunga plastik warna pink.

Lokasi ayunan ini pas di depan air terjun sehingga kalian dapat bermain sambil menikmati keindahan alam yang menawan .

Di sudut yang lainnya juga terdapat sebuah jembatan bambu yang dapat kalian jadikan sebagai spot foto yang ciamik abis.

Baca: Coban Rais

3. Gardu Pandang

Gardu Pandang
instagram: @yoiki_malang

Selain memiliki spot ayunan kembar, jembatan bambu dan spot bintang. Ada juga spot foto lain yang dapat kalian temukan disini yang berupa gardu pandang.

Gardu pandang ini seakan telah menjadi fasilitas wajib untuk tempat wisata dengan suguhan pemandangan alam berupa pegunungan.

Coban Putri mempunyai sebuah gardu pandang yang berbentuk telapak tangan. Dari arah gardu pandang ini, kalian dapat melihat pemandangan berupa bukit – bukit hijau yang sebagian besar telah ditumbuhi dengan pohon pinus.

Baca: Coban Sewu

4. Camping Ground

Camping Ground
instagram: @sanihalim

Untuk kalian yang ingin lebih menyatu dengan alam disana, kalian juga dapat mengadakan camping. Disana telah tersedia beberapa spot camping ground yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

Tak hanya kawasan berkemah, jika kalian ingin memacu adrenalin, kalian juga dapat mencoba untuk bermain outbond serta flying fox disana. Pasti seru!

Fasilitas

  • Area parkir
  • Mushola
  • Toilet
  • Warung makan dan minum
  • Camping ground
  • Outbound
  • Flying fox
  • Gazebo
  • Spot foto
  • Gardu pandang

Lokasi

Coban Putri berada di alamat: Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316.

Baca juga: Coban Nirwana

Rute

Rute menuju lokasi pantai belum dapat dilalui oleh kendaraan umum seperti angkot atau sejenisnya. Namun untuk kalian yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakan rute di bawah ini:

  • Jarak dari arah kota Alun – alun Batu ke Coban Putri sekitar 7,4  kilometer.
  • Dari arah Coban Rais sekitar 1,5 kilometer.
  • Dari Alun – alun Wisata Kota Batu kalian nantinya harus melalui rute jalanan yang lumayan sulit. Dimana kalian akan dihadapi dengan banyak belokan yang tajam dan juga tanjakan.
  • Salah satu rute yang dapat kalian ambil yaitu leat jalan Oro – oro Ombo.
  • Dari arah jalur Lintas Barat Batu telah terdapat papan petunjuk arah yang terletak di sisi kiri jalan, kira-kira 600 meter terdapat gerbang masuk dari area Coban Putri.

Jam Operasional

Coban Putri buka setiap harinya (Senin – Minggu) mulai dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

KeteranganHarga
HTM per orangRp10.000

Tips

  • Sebaiknya datang ketika musim kemarau, sebab dimusim hujan, curug lumayan berbahaya dan rutenya sangat licin.
  • Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
  • Memakai kendaraan pribadi.
  • Membawa antiseptik atau obat yang diperlukan.
  • Membawa ponsel dan kamera dengan kondisi baterai penuh.
  • Jangan lupa untuk membawa power bank.
  • Membawa bekal dari rumah agar lebih hemat.
  • Mengenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk aktivitas outdoor.
  • Untuk kalian yang hobi berbasah – basahan, maka membawa baju ganti untuk berjaga – jaga.
  • Tidak membuang sampah sembarangan.
  • Menaati seluruh peraturan yang berlaku di lokasi wisata.

Photo of author

Dwi Okta

Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia.

Tinggalkan komentar